Mengoyak Nusantara : Film Teater Bernuansa Sinematografi Pertama Di Indonesia

Kategori Berita

Mengoyak Nusantara : Film Teater Bernuansa Sinematografi Pertama Di Indonesia

Admin
Wednesday, 30 December 2020


Mengoyak Nusantara :
Film Teater Bernuansa Sinematografi Pertama Di Indonesia

Jakarta | ginewstvinvestigasi.com

Shooting Film Teater Multi Media, Arts and Film Directing Sutradara “Ngekting” Dalam Lakon Petang di Taman" Adaptasi Karya Iwan Simatupang, di Teater Kecil TIM Jakarta, Selasa, 27-28-29/12/2020.


Shooting hari berikutnya, Selasa 29/12/2020, dengan setting interior panggung Taman Ismail Marzuki dan exterior dari cerita ini. Lokasi shooting di Stasiun Kereta Manggarai, Fly over Casablanka, underpass Casablanca, Kantor pos arah Coffee Bakoel trotoar, jalanan Cikini Raya Jakarta. Bismillah…

Proses Berkarya 

Proses latihan dan ShootIng Film Teater "Sutradara Ngekting" dalam edisi Petang Ditaman. Di masa pandemi covid 19 Sebuah proses kreatif yang dilalui penuh semangat dan tanpa lelah karena kecintaan Pada kesenian. 

Menurut Sekretaris Produksi Didien Rochidin, Proses panjang perjalanan Petang di taman untuk mengoyak nusantara agar para kreator seni tetap berkarya tidak mati karena covid-19. 

"Mulai dari gagasan, latihan sampai ke tahap shooting dan saat ini telah masuk ke tahap editing bukanlah proses yang mudah dilalui begitu saja," kata Didien panggilan akrabnya.
 
Dia juga mengatakan, berkat dukungan dan semangat serta doa semua rekan rekan pendukung pemain dan crew Petang di taman alhamdulillah semua seakan mendapatkan kemudahan dan pertolongan dari Allah SWT... 

"Tidak sedikit juga Bantuan dari Ketua Divisi Sutrdara Bang Uli dan rekan rekan pengurus Divisi sutradara KFT membantu secara materiil dan spirituil atas proses terlaksananya petang Ditaman, hatur nuhun Sadayana Kepada Bang Maruli Ara, Mas Bejo, Mas Effi Zen, Om Roni Mepet , Bang Edwar AN yang telah  dengan suka cita mendukung PDT," sambung Didien yang didampingi Co. Sutradara Sukarya. 

"Sutradara Ngekting” Dalam Lakon Petang di Taman bertindak selaku  Sutradara dan Produser : Iwan Burnani Toni. Menampilkan para Sutradara sebagai Aktor antara lain: Taslim Idrus, Edward AN, Mohan Mehra, Joind Bayuwinanda, Maya Azeezah, Ade Bilal, dan juga penari nasional Davit Fitrik, dan Eka Octaviana.

Produser / Sutradara: Iwan Burnani Toni - Desain Produksi: Eddie Karsito - Co. Sutradara: Sukarya - Asisten Sutradara: Endin Sas - Musik Tema:  Sawung Jabo & Sirkus Barock - Penata Musik: Bagus Mazzasupa - Penata Artistik: mas Padhik - Properti: Martezzar Ibrahim - Penata Kostum dan Penata Rias: Fatmawati Pare - Penata Cahaya Panggung: Deray - Penata Kamera: Hendro Tolatole - Penata Cahaya: Andra - Penata Suara: Lexi Fk - Sekretaris Produksi: Didien Rochidien -Pimpinan Produksi: Ronny Mepet - Unit Manager: Vivi Misroyani - Tim Kolokium: Teguh Yuswanto Bismar Marya.

Teater yang dikerjakan secara filmis dengan konsep sinematografi pertama di Indonesia di Produksi oleh Teater Baling-Baling & Sanggar Humaniora. Bersama Beng Impresario Zonmer Official. Didukung Penuh oleh Dinas Kebudayaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta & Badan Pengelola Pusat Kesenian Jakarta - Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta.

PENULIS  :  EDWARD. AN.