Diskusi Antara Agama dan Adat

Kategori Berita

Diskusi Antara Agama dan Adat

Admin
Thursday, 31 December 2020


Diskusi Antara Agama dan Adat

Oleh : Aburizal Bakri, S.AB

Manggarai Timur,Global Investigasinews.Com
Diskusi mengenai agama dan adat di Indonesia hingga hari ini seringkali menarasikan pengertian kedua istilah itu sebagai dual hal yang berbeda dan terpisah satu sama lain, seolah-olah masing-masing sudah memiliki definisi yang baku dan batasan yang pasti.

Secara umum agama adalah upaya manusia untuk mengenal dan menyembah Ilahi (yang dipercayai dapat memberi keselamatan serta kesejahteraan hidup dan kehidupan kepada manusia) upaya tersebut dilakukan dengan berbagai ritus (secara pribadi dan bersama) yang ditujukan kepada Ilahi.

Dalam sosio-religion, agama, secara universal dipahami sebagai seperangkat aturan hidup yang di dalamnya terdapat pedoman-pedoman hidup bagi manusia agar manusia secara individu dan masyarakat tidak kacau hidupnya. Sebab agama sendiri dari kata ‘A’ yg berarti tidak dan ‘Gama’ yg berarti kacau. Artinya, agama adalah media agar manusia atau masyarakat tidak kacau. Dengan demikian, maka orang beragama adalah supaya tidak kacau alias teratur hidup dan kehidupannya.

Sedangkan adat adalah gagasan kebudayaan yang terdiri dari nilai-nilai budaya, norma, kebiasaan, kelembagaan, dan hukum adat yang mengatur tingkah laku manusia antara satu sama lain yang lazim dilakukan di suatu kelompok masyarakat.

Secara sosio-kultural, adat atau kebudayaan adalah suatu yang berlandaskan tradisi, dan tradisi dari kebiasaan. Kebiasaan yg dilakukan terus menerus jadi tradisi, tradisi jadi adat, dan adat jadi kebudayaan. Pertanyaannya, apakah kebiasaan yg membentuk tradisi sehingga melahirkan adat itu dapat di nilai benar, baik atau zalim, dan buruk? Tidak juga, sebab, itu hanyalah merupakan siklus pembangunan kebudayaan. Ia akan buruk jika nilai yang mendasarinya bertentangan dengan nilai-nilai keadilan, kemanusiaan dan kemashalatan masyarakatnya. Artinya, kebiasaan, tradisi dan adat itu sifatnya praktis atau amaliah, sedangkan agama adalah ruhnya, jiwanya suatu masyarakat.

Sehingga seringkali ditengah masyarakat kita senantiasa mempertentangkan antara Agama dan Adat atau Kebudayaan. Padahal tidak relevan jika keduanya di pertentangkan karena tidak dalam posisi sederajat atau sebanding. Pertentangan yang tidak sebanding itu kemudian melahirkan konflik horizontal yang sampai saat ini terjadi. Bahkan akhir-akhir ini semakin meruncing kearah dekadensi (kemerosotan) kesatuan dan persatuan bangsa dan negara serta kemashalatan kita.

Karena harus dipahami bahwa agama itu datang untuk menghidupkan nilai-nilai kemanusiaan (fitrah manusia), menegakkan keadilan dan menjaga kemashalatan manusia agar saling meghormati dan saling berkhidmat. (Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lain) sedangkan adat menurut beberapa literatur klasik bahkan menyebutkan bahwa adat merupakan istilah untuk menyebut keseluruhan praktik yang mencakup kebiasaan, tradisi, agama, hukum, dan lain sebagainya.

Sehingga pada kesimpulannya agama dan Adat sama-sama penting. Karena adat itu sendiri perilaku kita yg terus menerus, jadi tradisi, adat dan kebudayaan. Dan agamalah yg menjadi pedoman agar perilaku kita itu mausiawi dan adil.