Benda Aneh Menyerupai Rudal Di Temukan Salah Satu Nelayan Selayar Di Laut

Kategori Berita

Benda Aneh Menyerupai Rudal Di Temukan Salah Satu Nelayan Selayar Di Laut

Admin
Thursday, 31 December 2020


Benda Aneh Menyerupai Rudal Di Temukan Salah Satu Nelayan Selayar Di Laut 

Selayar, Sulsel - globalinvestigasinews.com

Drone laut dilengkapi kamera dan kendali satelit diduga milik China ditemukan nelayan asal Kabupaten kepulauan Selayar bernama Saehuddin.

Benda menyerupai rudal tersebut kini diamankan di Koramil 1415-03/Pasimarannu, Kabupaten Kepulauan Selayar. Nelayan yang menemukan berasal dari Desa Majapahit, Kecamatan Pasimarannu.

Benda asing ini terbuat dari aluminium dengan dua sayap di sisi kiri dan kanan, panjang badan 225 centimeter, antena belakang sepanjang 93 centimeter, lebar sayap kiri dan kanan 50 centimeter, kemudi yang terletak pada ekor 18 centimeter.

Selain itu, terdapat semacam antena pemancar di bagian ekor dan semacam kamera dua buah. yang Dikutip dari  Media Selayar pada kamis  29 Desember 2020, nelayan yang menemukan bernama Saehuddin ini khawatir meledak sehingga melaporkan ke Koramil Pasimarannu.

“Berani melaporkan barang temuan mencurigakan tersebut kepada aparat keamanan,” kata Danramil 1415-03/Pasimarannu Kapten Inf Syamsuddin, pada Sabtu lalu  26 Desember 2020.

Benda lebih mirip senjata terpedo ini ditemukan di Pulau Bonerate, Kecamatan Pasimarannu, Kabupaten Kepulauan Selayar.
Dari hasil pengembangan informasi pihak terkait di daerah itu, disebutkan benda asing mirip terpedo ini bukan peluru kendali. Namun merupakan alat pendeteksi bawah laut yang dinamakan “Sea Glider”.

Informasi yang dihimpun, benda tersebut bertugas melakukan pendataan bawah laut atau semacam drone laut. Untuk mengetahui data laut dan apa saja yang ditemuinya di laut.
Kemudian datanya dikirim melalui pancaran satelit setiap kali benda ini naik ke permukaan. Data yang berhasil dikumpulkan di dasar laut kemudian dikirim melalui satelit ke pusatnya.

Benda pendeteksi ini tidak berbahaya dan tidak meledak, diduga kuat milik China dikendalikan melalui satelit dan tanpa awak.
Informasi diperoleh di lapangan, benda ini kebanyakan baterai litium dan peralatan digital serta alat sensor dan telah dikonfirmasi oleh Kedutaan Besar China di Indonesia sebagai miliknya.

Alasan Kedubes China, benda ini untuk kepentingan penelitian salah satu Universitas di China sebagai alat penelitian dan pencarian data.
Kedubes China untuk Indonesia disebut telah melakukan koordinasi ke Pemerintah Indonesia.

Benda tersebut masih diamankan di kantor Koramil 03-1415 Kepulauan Selayar dan terlihat lampu led merah yang melengket di benda tersebut masih menyala dan aktif..

BangRus.